Chef muda Indonesia, Ari Galih Gumilang, atau akrab dipanggil Chef Galih, punya cerita menarik seputar kisah perjalanannya menjadi seorang chef. Chef yang selalu tampil dengan gaya masak yang unik dan berbeda ini juga punya harapan besar bahwa gaya memasaknya akan menjadi gaya hidup baru di Indonesia.

“Proses awalnya memasak dimulai ketika saya kelas 2 SD. Waktu itu saya nonton film koboi, dimana ia makan dari panci. Saya coba lakukan itu dengan campurkan telur, sosis, sama kecap. Eh ternyata saya diomeli oleh ibu saya. Akhirnya, saya pun lupa belajar masak-memasak,” ujar Galih, ditemui di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/6).

Selanjutnya, seusai lulus SMA, Galih memutuskan untuk mengambil sekolah fotografi di Australia. Ia mengaku bercita-cita menjadi fotografer. Namun, sebelumnya memulai sekolah, Galih mengambil sekolah Bahasa Inggris di Australia. Pada masa itulah Galih memulai karier sebagai kitchen hand di restoran Italia.

Ketika di Australia, Galih sempat bekerja mencuci piring untuk mencari tambahan uang. Suatu ketika, seorang chef sakit. Kemudian kepala chef memberikan kesempatan kepada Galih untuk memasak. Berbekal nekad, Galih pun melakukannya sesuai apa yang ia amati dari chef sebelumnya, dan ia pun berhasil.

“Waktu itu ditanya, Galih kamu bisa masak nggak? Saya pun jawab bisa. Padahal saya nggak pernah masak. Berbekal mencontek chef sebelumnya, saya pun nekad memasak. Dan hasilnya, ia sangat amazing saya bisa memasak. Waktu itu saya harus memasak tiramisu,” ujar ayah dua anak ini.

Sang kepala chef pun akhirnya memberikan kesempatan kepada Galih untuk berada di desert man. Namun, Ari mengaku hal tersebut tidak membuatnya ingin menjadi seorang chef.

Segala sesuatunya berubah ketika Galih kembali duduk berada di depan televisi. Ketika sedang menonton tayangan Jamie Oliver di televisi. Galih mengaku sangat kagum dengan pembawaan Jamie yang sangat santai, dengan gayanya yang khas, mengendarai vespa, kemudian memasak.

“Saya ingat sekali waktu itu tahun 1999. Saya menelpon bapak saya, dan saya putuskan untuk sekolah memasak. Yang terjadi adalah, bapak saya kaget, dan bahkan mempertanyakan keputusan yang saya buat,” tuturnya.

Berbekal keinginan untuk menjadi chef, Galih pun mengambil jurusan perhotelan. Tetapi ternyata di Australia perhotelan dan memasak berbeda jurusan. Seharusnya Galih langsung masuk sekolah memasak. Akhirnya Galih tetap melanjutkan kuliahnya, dan mencari pengalaman memasak dari bekerja di restoran.

“Setelah lulus perhotelan, saya ambil sekolah di TAFE Institute of Technology. Dari situlah saya benar-benar resmi menjadi seorang pemasak,” kata Galih.

Pria kelahiran Jakarta, 4 Juli 1981 ini sangat mengidolakan Jamie Oliver. Menurutnya, Jamie mempunyai gaya berpikir yang berbeda atau breaktrough. Jamie, dapat membuat paradigma mengenai chef yang kaku, menjadi chef yang santai. “Jamie membuat anak muda suka masak, dan membantah stigma chef yang kaku. Ketika masak dia nggak pernah pake takaran. Jamie menunjukkan kalau anak muda punya caranya sendiri untuk memasak.” ujar Galih.

Galih berharap, suatu saat memasak akan menjadi lifetsyle tersendiri di Indonesia. Hal inilah yang sedang ia cita-citakan. “Masak harus jadi lifestyle sendiri, karena di negara maju seperti Inggris dan Australia, memasak sudah jadi lifestyle. Bukan sekedar profesi,” pungkasnya.

Sebuah pusat kuliner dan shopping center yang pertama di Jakarta “Teras Benhil” yang resmi dibuka pada hari ini, Senin 23 Juni 2014 oleh Indra Gunawan selaku Direktur.

Indra Gunawan selaku Direktur saat ditemui di kawasan Benhil Jakarta Pusat mengatakan :

“Kami menilai kawasan Benhil merupakan jantung kota Jakarta yang sangat strategis untuk menghadirkan sebuah pusat kuliner dan shopping center bagi lingkungan sekitarnya”

Acara Launching “Teras Benhil” yang berkonsep Culinary Terrace pun, dimeriahkan oleh pasangan selebritis, yakni Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama yang selalu terlihat romantis di atas panggung dengan membawakan beberapa lagu untuk para tamu undangan yang datang.

Andhika mengatakan :

“Saya berdua mengucapkan terima kasih kepada pihak Teras Benhil telah diundang untuk meriahkan acara ini dan pekerjaan seperti ini sudah lumayan rutin dan kita selalu romantis..”

Ussy Sulistiawaty sebagai istri Andhika pun menambahkan

“Kita tampil romantis tidak hanya karena pekerjaan ini kita jadi romantisan, di luar pekerjaan kita juga romantis”

Indra Gunawan selaku Direktur “Teras Benhil” berharap

“Dengan kehadiran “teras Benhil” yang mengusung tema green dan hommy sebagai galeri cafe dan resto semoga memberikan suasana kesegaran, ketenangan dan kenyamanan bagi para pengunjung yang datang.

Selama 3 hari berturut-turut Teras Benhil akan mengadakan berbagai event dan acara menarik untuk Anda. Acara ini berkaitan dengan Launching Teras Benhil yang akan dilaksanakan dari Tgl 21 Juni 2014 sampai dengan 23 Juni 2014.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Oxford University mengungkapkan bahwa pria lebih sehat dan lebih sejahtera jika bisa melihat atau berkumpul dengan empat temannya sebanyak dua kali seminggu.

Selain itu, pria yang menjaga hubungan sosial dengan baik juga bisa lebih sehat, dan lebih cepat sembuh jika terserang suatu penyakit serta cenderung lebih murah hati kepada pasangannya.

Hal ini dikarenakan, tubuh bisa melepaskan endorphin atau yang biasa disebut hormon bahagia ketika berbicara dan tertawa bersama teman-temannya. Seperti yang sudah diketahui bahwa tertawa dapat memproduksi endorphin yang memberikan rasa bahagia.

“Suatu hubungan sosial bisa dibentuk melalui aktivitas positif seperti melakukan olahraga bersama, atau hanya sekedar minum segelas kopi di sebuah kafe pada setiap Jumat malam. Namun kunci untuk tetap menjaga hubungan sosial yang kuat dan agar mendapatkan kualitas kesehatan yang baik adalah bertemu dua kali seminggu dengan setidaknya 4 orang teman,” kata Prof. Robin I. M. Dunbar dari Oxford University, UK.

Bahkan seorang penulis di Inggris, Danny Wallace, mengatakan, “Ilmu pengetahuan memberitahu kita untuk memiliki lebih banyak waktu bersama-bersama dan melakukan lebih banyak hal yang positif serta bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan kita. ini adalah sebuah kabar baik.” Katanya seperti yang dikutip dari Daily Mail, Senin (21/10).

Sementara itu, sebuah badan amal di Inggris yaitu Mind memperingatkan, bahwa pria dapat terkena depresi karena kekhawatiran masalah uang dan ketidaknyamanan kerja. Jam kerja yang panjang juga memiliki dampak yang buruk bagi pria, namun menghabiskan sedikit waktu bersama teman- teman adalah salah satu bagian penting dalam menangkal depresi yang dapat merugikan kesehatan.

So guys, sekarang Anda punya alasan yang tepat pada pasangan untuk bisa ‘nongkrong’ bareng teman-teman!

Sources